Settingan Indikator Stochastic Yang Paling Akurat

Posted on
Spread the love

Kali ini kita akan membahas bagaimana memilih settingan stochastic yang akurat, dan juga akan kita bahas  bagaimana memadukan indikator Stochastic Oscillator dan indikator Moving Average.  Anda bisa menggunakan strategi ini untuk berbagai pair asset seperti Currency, Gold (Emas) dan Oil (Minyak Mentah).

Apa itu Indikator  Stochastic Oscillator ?

Stochastic Oscillator adalah indikator yang secara khusus bisa mengukur area jenuh dari suatu pergerakan transaksi jual dan beli pada suatu asset baik itu Currency, Komoditas, ataupun Saham.

Stochastic pada dasarnya merupakan salah satu Indikator yang termasuk dalam indikator jenis Oscillator. Ada banyak Indikator lainnya yang juga termasuk dalam jenis Oscillator, seperti: Relative Strength Index atau RSI, Indikator Parabolic SAR, dan MACD ( Moving Average Convergence Divergence).  Indikator berjenis Oscillator digunakan untuk mengidentifikasi indikasi adanya sinyal dari awal terbentuknya sebuah tren  sebagai dasar pengambilan keputusan open posisi.

Indikator Stochastic Oscillator diciptakan pada sekitar tahun 1950 oleh George C. Lane. Hingga saat ini indikator ini telah menjadi salah satu Indikator default yang sudah pasti ada di  dalam aplikasi Meta Trader.

Disini Kami telah melakukan sebuah studi kasus dengan melakukan trading menggunakan indikator Stochastic dikombinasikan bersama indikator MA  (Moving Average) selama 12 hari dengan hasil yang cukup memuaskan.

settingan stochastic yang akurat

Sebagai contoh, tita bisa lihat pada gambar pergerakan harga  EUR/USD diatas dengan menggunakan timeframe H1 (1 jam). Terdapat 2 bagian pada gambar diatas, silahkan simak penjelasannya:

– Untuk grafik bagian atas adalah informasi pergerakan harga pair EUR/USD dan terdapat 3  garis indikator Moving Average dengan warna merah. Dengan menggunakan indikator tersebut anda bisa dengan mudah melihat pergerakan arah trend yang sedang terjadi.

– Untuk grafik bagian bawah adalah informasi settingan indikator Stochastic menggunakan parameter 5,3,3. Dengan memilih Settingan indikator ini kita bisa mengidentifikasi adanya sinyal untuk melakukan open posisi dengan cukup akurat. Berbekal informasi tersebut kita bisa mengetahui untuk membuka transaksi Buy atau Sell ketika terjadi persilangan pada  kedua garis merah dan biru yang ada pada indikator tersebut.

 

Bagaimana Settingan Stochastic Yang Akurat

Setelah memahami cara membaca informasinya, kita akan bahas bagaimana menentukan settingan yang cukup akurat untuk kedua indikator tersebut di Meta Trader:

 

  1. Indikator Stochastic

 

 

    2. Moving Average  ( 10, 25, 50 )

 

 

 

 

Settingan diatas dikembangkan dari standar parameter yang sudah ada pada umumnya, namun dilakukan sedikit modifikasi dengan  merubah parameter MA Method menjadi Exponential.

Dengan dilakukan kombinasi diantara indikator ini, anda dapt mengidentifikasi momen dan timing yang tepat untuk menentukan open posisi baik buy ataupun sell. Beberapa poin penting yang harus selalu anda perhatikan ketika menggunakan metode ini adalah:

1. Tiga garis MA (Moving Average) memiliki fungsi untuk mengidentifikasi arah tren yang sedang terjadi.

2. Bila anda perhatikan di indikator Stochastic ada 2 garis area jenuh, yaitu garis 80 dan garis 20. Jika anda ingin melakukan open posisi Sell, perhatikan dengan seksama pada indikator Stochastic, anda disarankan melakukan open posisi ketika terjadi perpotongan di area garis 80. Lalu ketika ingin melakukan open posisi Buy, tunggu hingga terjadi perpotongan di area garis 20.

3. Momen  atau sinyal dari Entry Point  ini cukup akurat jika pada time frame H1 dan H5  terjadi  persilangan garis yang sama. Pada umumnya momen ini dalam satu hari bisa terjadi 3 – 5 kali.

Untuk langkah antisipasi mengurangi resiko, silahkan anda tetapkan titik  Stop Loss minimal 20 Poin, jika anda memilih menggunakan time frame M15 – H1.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *